|
Negara Bertauhid itu Bernama Indonesia |
|
Ditulis Oleh admin
|
|
Friday, 16 April 2010 |
|
dakwatuna.com – Pada tanggal 9 Ramadhan 1364 H., bertepatan tanggal 17 Agustus 1945, para pendiri negara ini memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari kolonialisme. Bangsa Indonesia kembali merayakan hari jadinya yang ke 65 tahun, persis jatuh pada bulan suci Ramadhan, tepatnya hari Selasa, tanggal 7 Ramadhan 1431 H., kesan peringatan kali ini lebih terlihat sederhana, khusyu’ dan jauh dari hura-hura. Kalau kita tengok kembali perjalanan sejarah bangsa besar ini, kita akan menemukan bahwa peran, kontribusi dan perjuangan umat Islam terhadap kemerdekaan begitu besar. Tercatat dalam buku sejarah kita, para pahlawan, syuhada’ dari berbagai pelosok negeri ini adalah nota bene mereka muslim. Mereka berjihad membela tanah airnya dan menegakkan agamanya sekaligus. Dengan jiwa dan raga mereka membela negeri ini. Ada Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah, ada Imam Bonjol di Sumatera, ada Kapitan Pattimura Ahmad Lussy, ada Cut Nyak Dien, dan sederet nama-nama pahlawan nasional lainnya, bahkan ada di antara kakek-nenek kita, orang tua kita yang juga berjuang mengusir penjajah, namun mereka tidak tercatat sebagai pahlawan dan tidak di makamkan di Taman Makam Pahlawan. Kemudian, para pendiri negeri ini meneruskan perjuangan mereka dan memproklamirkan kemerdekaannya. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 19 August 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Zuhud, Akhlaknya Orang-Orang yang Bertaqwa |
|
Ditulis Oleh admin
|
|
Friday, 16 April 2010 |
|
Published on 28-04-2010 14:06 Merupakan fitrah manusia untuk senang mencintai dan dicintai, dan alangkah bahagianya jika kita mengetahui bahwa kita dicintai oleh manusia apalagi dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Berbagai cara ditempuh manusia agar dapat dicintai, namun umumnya mereka menempuh cara yang tidak dituntunkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Islam telah mengajarkan berbagai upaya untuk dapat meraih cinta Allah Subhanahu wa Ta'ala, demikian pula cinta manusia. Di antara upaya tersebut ialah berakhlak dengan akhlak karimah, dan salah satu akhlak yang berkaitan erat dengan hal ini ialah zuhud. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 24 May 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Jangan Hidup dari Dakwah, Nanti Anda Menjadi Hina |
|
Ditulis Oleh admin
|
|
Friday, 16 April 2010 |
|
Oleh : Fathuddin Ja’far Nama Syekh Usamah Rifa’i sudah sering kami dengar dari teman-teman yang belajar di Damaskus. Beliau salah seorang ulama terkemuka Suriyah saat ini. Beliau adalah putra dari ulama besar Suriyah yang bernama Syekh Abdul Karim Rifa’i, yarhamuhullah. Menurut teman yang mendampingi kami sejak hari pertama menginjakkan kaki di tanah Syam, almarhum Sykeh Abdul Karim Rifa’i adalah ulama yang sangat besar pengaruhnya di negeri Syam. Beliaulah yang melakukan pembaharuan metode dakwah, dari dakwah tradisional yang hanya menyentuh kalangan bawah, menjadi dakwah modern yang mampu menjangkau kalangan menengah atas. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 08 July 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|